Jumat, 24 Juni 2011

8 taun yg lalu..saat lulus smp, aku semangat sekali mendaftar SMA di sebuah sekolah favorit di daerahku. dengan nem tinggi aku g usah repot2 daftar kemana2, saat diruang pendaftaran saja si penerima siswa baru langsung berucap "tidak usah daftar disekolah lain, km sdh diterima disini" 
bahagia bukan main, aku pulang kerumah dengan riang..


besoknya, ibuku menawariku untuk sekolah di smf (sekolah menengah farmasi). mendengar nama sekolah itu saja baru kali ini, knp aku disuruh2 sekolah disana?? hufft
besoknya, ibu kembali membujukku untuk sekolah disana
besoknya lagi, lagi dan lagi..
ibu bilang "coba saja dulu, toh kalo mau sekolah disana km harus ikut tes. jd belum tentu diterima"
aku menyerah "aku akan coba ikut tes nya, kalo aku gagal aku boleh masuk sekolah pilihanku kan?"
oke, deal antara aku&ibu!


diam2 aku sengaja tidak belajar apa2 untuk menghadapi ujian masuk, karena aku memang tidak ingin sekolah disana!
tapi aku lupa bahwa apa yg ku inginkan belum tentu yang terbaik bagiku
malam sebelum ujian, aku berdoa "Ya Allah kalau memang takdirku sekolah di smf maka luluskanlah aku, tp kalau bisa aku sekolahnya disekolah favoritku aja Ya Allah.."


seminggu kemudian,, aku murung karena di papan pengumuman namaku tercantum sebagai nama yg lulus seleksi, selanjutnya harus mengikuti tes wawancara & tes buta warna
sebagian diriku masih menghibur diri, kalau aku bisa gagal dalam tes wawancara maka aku tidak akan diterima di sekolah ini
saat tes wawancara, aku menjawab asal-asalan saja pertanyaan yg dilontarkan..


beberapa hari kemudian..aku menangis tidak rela karena namaku resmi tercantum sebagai SISWA BARU disekolah itu


karena sudah janji, aku terpaksa masuk sekolah itu..ibuku pun setiap hari selalu bilang "dijalani saja dulu, nanti juga pasti suka kok"
sebagai pelampiasan ketidaksukaanku, di tiap kesempatan aku akn membuat repot semua orang, menangis ratusan kali, protes ratusan kali..sampai akhirnya aku bosan sendiri dg semua protes ini



sejak awal, aku sdh 'diarahkan' agar kuliah di FK, sayangnya aku tidak suka dokter..tp aku diam saja, tdk protes pd ibu

kata ibu "dokter itu profesi mulia, byk membantu orang. kalau nanti jd dokter bisa ngobatin banyak orang kan"
aku disuruh les ini itu, tes ujian masuk, jalur PMDK, SPMB dll aku jalani sesuai instruksi ibu: fakultas kedokteran


tp aku tidak pernah belajar setiap kali akan menjalani tes, pikiranku simpel saja: dulu waktu aku di smf, tanpa belajar pun aku bisa lulus..kalau memang takdirku utk kuliah di FK maka aku pasti kuliah disana
aku memanjatkan doa yg sama sprt dulu
hasilnya?? tidak ada satupun yg lulus! hahaha


sebenarnya aku juga bingung mw ambil jurusan apa yg jelas bukan kedokteran. tanpa pikiran panjang, aku kembali mengambil farmasi
alasanku simpel saja: karena ada hubungannya dengan smf, lbh baik aku mengambil jurusan yg sama bukan?


dan akhirnya..setelah 4tahun menyelesaikan S-1 farmasi lalu sekarang menempuh apoteker, aku belajar banyak hal..
kata siapa apoteker tidak membantu banyak orang? kata siapa apoteker itu profesi yang tidak mulia? apoteker punya peran besar dalam mensejahterakan kesehatan masyarakat, tidak kalah hebat dengan dokter!


dulu kupikir aku salah jurusan tp kata2 ibu terngiang dibenakku " kalau semuanya dijalani dengan baik, pasti akhirnya suka juga"
pada akhirnya aku memang menyukai bidang yg aku geluti.

kelak, jika anakku akan memilih jurusan..aku akan berkata "Apapun yang kau ambil, kau hanya perlu menjalaninya dengan baik dengan begitu kau pasti akan suka. Kalau kau menyukai hal itu, maka kau bisa lebih bertanggungjawab atas apa yg sdh kau putuskan"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar