ARTIKEL REVIEW
EFEK BUAH TOMAT SEBAGAI ANTI AGING
Ana Mustainah
INTISARI
Aging/penuaan kulit merupakan proses normal kulit yang mengalami keausan terus menerus. Aging disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor internal (faktor alamiah) yang tidak mungkin dihindari setiap manusia dan faktor eksternal yang dapat dicegah oleh manusia. Buah tomat (Solanum lycopersicum) memiliki kandungan senyawa karotenoid yang bernama likopen. Senyawa karotenoid ini dikenal baik sebagai senyawa yang memiliki daya antioksidan tinggi, senyawa ini mampu melawan radikal bebas akibat polusi dan radiasi sinar UV.
Review jurnal ini dilakukan dengan cara me-review jurnal-jurnal yang berkaitan dengan efek buah tomat terhadap penuaan kulit. Metode yang digunakan adalah study report yaitu menganalisis dan melaporkan kembali hasil penelitian, dalam hal ini mengenai penggunaan buah tomat terhadap pencegahan penuaan kulit. jurnal yang digunakan adalah jurnal ilmiah hasil penelitian dengan bahasa Inggris, maupun bahasa Indonesia dengan sumber data primer
Hasil review jurnal menunjukkan bahwa tomat dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk memperlambat proses penuaan kulit. Tomat mengandung senyawa likopen yang berdaya antioksidan kuat sehingga mampu mencegah kerusakan sel-sel kulit.
PENDAHULUAN
Aging/penuaan merupakan proses normal kulit yang mengalami keausan terus menerus. Namun perubahan iklim dan gaya hidup dapat menyebabkan penuaan kulit terjadi lebih cepat. Aging disebabkan oleh dua faktor yaitu pertama faktor internal, seperti keturunan, kesehatan dan daya tahan, dan kejiwaan. Faktor internal merupakan proses alamiah yang tidak mungkin dihindari setiap manusia. Faktor ini hanya dapat dikurangi efeknya, dengan cara perawatan wajah yang tepat, rutin dan lembut, mengurangi stress serta mencoba hidup santai. Penyebab lainnya adalah faktor eksternal yang meliputi:
a. Radikal bebas,
yaitu molekul ganas yang menggerogoti sel-sel tubuh termasuk jaringan kolagen. Radikal bebas terbentuk sebagai efek polusi lingkungan, paparan sinar matahari, pemakaian air yang tercampur bahan kimia, perubahan cuaca dan faktor lain yang mengganggu pertumbuhan normal kolagen. Pencegahan radikal bebas dapat dilakukan dengan mengatur pola makan, diet protein tinggi dan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin seperti bauh dan sayuran. Dengan gizi yang baik, struktur sel akan membaik sehingga proses penuaan dapat diperlambat.
b. Sinar matahari
Sinar matahari dapat menimbulkan masalah pada kulit, terutama pada mereka yang sering terkena paparan langsung sinar matahari secara terus menerus yang mengakibatkan kulit keriput dan timbul penuaan lebih cepat. Sinar matahari juga diduga kuat sebagai penyebab kanker kulit. Untuk menghindari pengaruh buruk sinar matahari, hindari saat sinar matahari memancarkan sinar ultra violet di titik kulminasi (antara pukul 10.00 – 15.00) dan selalu mengenakan tabir surya pada wajah dan bagian tubuh yang terbuka setiap ke luar ruangan.
Buah tomat (Solanum lycopersicum) memiliki kandungan senyawa karotenoid yang bernama likopen. Likopen adalah salah satu zat pigmen kuning tua sampai merah tua yang termasuk kelompok karotenoid yang bertanggungjawab terhadap warna merah pada tomat. Senyawa karotenoid ini dikenal baik sebagai senyawa yang memiliki daya antioksidan tinggi, senyawa ini mampu melawan radikal bebas akibat polusi dan radiasi sinar UV. Likopen dalam tomat memiliki manfaat untuk mencegah penyakit cardiovascular, kencing manis, osteoporosis, infertility, dan kanker terutama kanker prostat serta anti aging.
METODE
Penulisan review jurnal ini dilakukan dengan cara me-review jurnal-jurnal yang berkaitan dengan efek buah tomat terhadap penuaan kulit. Metode yang digunakan adalah study report yaitu menganalisis dan melaporkan kembali hasil penelitian, dalam hal ini mengenai penggunaan buah tomat terhadap pencegahan penuaan kulit.
Data diambil dari beberapa situs ilmiah www.pubmed.com dan www.googlescholar.com yang menyediakan jurnal-jurnal yang terkait kegunaan buah tomat terhadap penuaan kulit dengan memasukkan kata kunci: tomat (tomato), penuaan (aging), clinical trial
HASIL DAN PEMBAHASAN
| Judul, Nama Pengarang dan Tahun | Metode | Sampel | Hasil |
| Evaluation of the efficacy and safety of “Anti-Wrinkle cream” in the treatment of facial skin wrinkles: A prospective, open, phase III clinical trial Ravichandran G., V.Shivaram Bharadwaj, S.A. Kolhapure | Clinical trial phase III | 25 pasien usia 35 sampai 65 tahun yang memiliki kerut di wajah | Terdapat perbedaan signifikan setelah penggunaan krim anti kerut yang mengandung herbal. Dua belas subjek mengalami perbaikan yang luar biasa. Dua belas lainnya sangat bagus dan satu subjek mengagumkan. Selama pemantauan enam minggu tidak ada laporan mengenai efek merugikan dari krim anti kerut ini. |
| Efek Ekstrak Buah Tomat Terhadap Ekspresi Kolagen Tipe-1, MMP-1 Dan MMP-3 Pada Penuaan Kulit Ponjocari Wahyono | Ekperimental murni dengan tikus putih (Rattus novergicus galur Wistar) | 25 ekor tikus dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok 0 dan 1 sebagai kontrol. Kelompok 2,3,4 diberi ekstrak buah tomat dengan perbedaan dosis | Pemberian ekstrak buah tomat dapat meningkatkan ekspresi kolagen tipe-1 dan penurunan MMP-1 dan MMP-3 pada kulit tikus yang mengalami perubahan umur dari 4-7 bulan |
| Tomato Paste Rich In Lycopene Protects Against Cutaneous Photodamage In Humans In Vivo: A Randomized Controlled Trial M. Rizwan., Rodriguez-Blanco I., Harbottle A., birch-Machin MA., Watson RE., Rhodes LE | randomized controlled trial | 20 wanita sehat rata-rata berusia 33 tahun, mengkonsumsi 55 g tomat pasta (16 mg likopen) dalam minyak zaitun, atau minyak zaitun saja, setiap hari selama 12 minggu | Setelah konsumsi, kelompok yang mengkonsumsi tomat mengalami penurunan MMP-1 dibandingkan kontrol placebo. Penurunan fibrillin-1 tidak berbeda antar kedua kelompok, dan peningkatan deposisi pCl terlihat pada kelompok tomat. Konsumsi tomat menurunkan nilai 3x MED (minimal erythema dose) yang signifikan. |
Penelitian dengan judul “Evaluation of the efficacy and safety of “Anti-Wrinkle cream” in the treatment of facial skin wrinkles: A prospective, open, phase III clinical trial” bertujuan untuk mengevaluasi efektifitas dan keamanan krim anti kerut dalam penanganan kerutan di wajah. Krim anti kerut yang digunakan mengandung Aloe vera , Rubia cordifolia, Vitis vinifera, Citrus limon, Solanum lycopersicum, Santalum album, Symplocos racemosa , Curcuma longa, Glycyrrhiza glabra, Valerina wallichii Penelitian ini dilakukan terhadap 25 orang (15 wanita dan 10 pria) berusia 35-65 tahun dengan kerutan di wajah. Peserta menggunakan krim anti kerut 2 kali sehari selama 6 minggu. Setiap satu minggu sekali dilakukan pemeriksaan kulit. Pada minggu keenam dilakukan evaluasi keseluruhan efek krim anti kerut. Hasil percobaan terdapat perbedaan signifikan setelah penggunaan krim anti kerut yang mengandung herbal. Dua belas subjek mengalami perbaikan yang luar biasa. Dua belas lainnya sangat bagus dan satu subjek mengagumkan. Selama pemantauan enam minggu tidak ada laporan mengenai efek merugikan dari krim anti kerut ini. Salah satu konstituen krim ini yaitu tomat mengandung likopen, betakaroten, vitamin E, lutein dan asam ferulat yang berfungsi sebagai antioksidan yang potensial.
Penelitian dengan judul “Efek Ekstrak Buah Tomat Terhadap Ekspresi Kolagen Tipe-1, MMP-1 Dan MMP-3 Pada Penuaan Kulit” bertujuan untuk mengetahui efek pemberian berbagai dosis ekstrak buah tomat terhadap ekspresi kolagen tipe-1 dan penurunan MMP-1 dan MMP-3 pada kulit tikus yang mengalami perubahan umur dari 4-7 bulan. Tikus yang digunakan berjumlah 25 ekor dan dibagi menjadi 5 kelompok. Terdiri dari 1 kelompok kontrol awal, 1 kelompok kontrol akhir dan 3 kelompok perlakuan yang diberikan ekstrak secara oral setiap 2 hari sekali. Tikus dimatikan pada hari ke-90 untuk diamati jaringan kulitnya. Hasil penelitian tersebut adalah ekstrak buah tomat dapat menaikkan ekspresi kolagen tipe-1 dan menurunkan MMP-1 dan MMP-3 pada kulit tikus yang mengalami perubahan umur dari 4-7 bulan.
Penelitian dengan judul Tomato Paste Rich In Lycopene Protects Against Cutaneous Photodamage In Humans In Vivo: A Randomized Controlled Trial bertujuan untuk mengetahui kemampuan tomat yang kaya akan likopen dalam melindungi kulit dari radiasi UV. Subjek yang diteliti adalah 20 wanita sehat (rata-rata berusia 33 tahun, rentang usia 21-47 tahun, phototype I / II) dibagi dua kelompok. Satu kelompok mengkonsumsi 55 g tomat pasta (mengandung 16 mg likopen) dalam minyak zaitun, kelompok lain adalah kelompok kontrol (plasebo) mengkonsumsi minyak zaitun saja, setiap hari selama 12 minggu. Sensitivitas eritema diukur dengan alat reflektansi, nilainya sebagai minimal erythema dose (MED). Biopsi diambil dari kulit yang terpapar radiasi UV (3 × MED 24 jam sebelumnya) dan dianalisis procollagen (pC) I, fibrillin-1 dan matriks metaloproteinase (MMP) -1. Hasil yang diperoleh adalah MED kedua kelompok tidak berbeda signifikan, sebelum konsumsi, nilai MMP-1 tinggi dan fibrillin-1 rendah. Setelah konsumsi, kelompok yang mengkonsumsi tomat mengalami penurunan MMP-1 dibandingkan kontrol placebo. Penurunan fibrillin-1 tidak berbeda antar kedua kelompok, dan peningkatan deposisi pCl terlihat pada kelompok tomat. Konsumsi tomat menurunkan nilai 3xMED yang signifikan. Kesimpulan percobaan ini adalah pasta tomat mengandung likopen yang memberikan perlindungan terhadap aspek-aspek jangka panjang akut yang berpotensi merusak kulit.
KESIMPULAN
Hasil review jurnal menunjukkan bahwa tomat dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk mencegah penuaan dini. Tomat mengandung senyawa likopen yang berdaya antioksidan kuat sehingga mampu mencegah kerusakan sel-sel kulit.
DAFTAR PUSTAKA
Maulida D. dan Naufal Zulkarnaen, 2010, Ekstraksi Antioksidan ( Likopen ) dari Buah Tomat dengan Menggunakan Solven Campuran, N – Heksana, Aseton, dan Etanol, Skripsi, Universitas Diponegoro Semarang, Semarang
M. Rizwan et all, 2010, Tomato Paste Rich In Lycopene Protects Against Cutaneous Photodamage In Humans In Vivo: A Randomized Controlled Trial, Manchester Academic Health Science Centre, United Kingdom
Ravichandran G. et all, 2005, Evaluation of the efficacy and safety of “Anti-Wrinkle cream” in the treatment of facial skin wrinkles: A prospective, open, phase III clinical trial, India
Wahyono. P., 2008, Efek Ekstrak Buah Tomat Terhadap Ekspresi Kolagen Tipe-1, MMP-1 Dan MMP-3 Pada Penuaan Kulit, Laboratorium Biokimia Fakultas Kedokteran UMM, Malang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar